Butuh Bantuan? Chat kami

Detail Berita

Wujudkan Efektivitas Konservasi, BKSDA Bali Gelar Bimtek Rencana PKS Bersama Bali Monkey Rescue

Gianyar, 11 September 2026 – Balai KSDA Bali melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Rencana Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Balai KSDA Bali dengan Bali Monkey Rescue (BMR) sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam konservasi Keanekaragaman Hayati (Kehati).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ratna Hendratmoko (Kepala Balai), bersama Raden Danang W (Kepala Seksi KSDA Wilayah II), I Nyoman Yasa, I Wayan Surata, Detty Agustina, Yeyen Fami Gressia, Fitriani Murjianingsih, Endra Wijaya, dan I Gusti Made Darmawan. Dari pihak BMR turut hadir Jelita Pasaribu dan I Wayan Citra.

Bali Monkey Rescue merupakan yayasan non-pemerintah yang bergerak di bidang penyelamatan, rehabilitasi, perlindungan dan edukasi terkait satwa jenis Primata. Yayasan ini memiliki misi untuk menyediakan tempat yang aman bagi satwa primata yang dipersiapkan untuk pelepasliaran. Saat ini, BMR memiliki 46 ekor satwa primata, yang terdiri atas Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) dan Beruk (Macaca nemestrina). Keberadaan fasilitas tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi lembaga non-pemerintah dalam mendukung upaya penyelamatan dan rehabiltasi satwa.

Kegiatan Bimtek ini diisi dengan arahan dari Kepala Balai KSDA Bali, penyampaian regulasi terkait Perjanjian Kerja Sama dan penyelamatan jenis satwa, serta pengecekan sarana dan prasarana milik BMR. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk menyamakan pemahaman terkait ruang lingkup kerja sama serta memastikan kesiapan BMR dalam mendukung pelaksanaan kegiatan konservasi kehati.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Balai KSDA Bali Ratna Hendratmoko menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif dan komitmen BMR dalam mendukung upaya konservasi satwa primata. “Kerja sama adalah sebuah keniscayaan. Konservasi alam adalah gotong royong, kerja bersama, atau collective action. Balai KSDA Bali membuka pintu selebar-lebarnya untuk kolaborasi dan kerja sama dengan BMR. Kita perlu filling the gap, mengisi kesenjangan yang ada bersama-sama,” ujar Ratna Hendratmoko.

Lebih lanjut dalam arahannya, Kepala Balai KSDA Bali menyampaikan bahwa Kerja sama harus dibangun atas dasar 3M (Mutual Respect, Mutual Trust, dan Mutual Benefit). Ratna Hendratmoko mengharapkan BMR dapat memahami regulasi terkait Perjanjian Kerja Sama Konservasi Kehati dan Penyelamatan Jenis Satwa, serta segera menyiapkan dokumen pendukung dan personel untuk efektivitas usulan kerja sama. Dalam melaksanakan kegiatan penyelamatan jenis satwa, BMR diharapkan dapat melakukan kerja nyata, serta terbuka untuk kolaborasi dengan komunitas pemerhati satwa lainnya di Bali.

Selain menyampaikan arahan kepada BMR, Ratna Hendratmoko juga mengarahkan personel Balai KSDA Bali untuk melakukan pelayanan, pendampingan dan edukasi kepada BMR. Tugas personel Balai KSDA Bali tersebut berkaitan dengan pengajuan kerja sama dan kegiatan penyelamatan jenis satwa oleh BMR.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengecekan sarana dan prasarana yang dimiliki BMR. Pengecekan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kesiapan fasilitas dalam mendukung kegiatan penyelamatan dan penanganan satwa primata, sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan dan penyamaan persepsi sebelum kerja sama dilaksanakan.

Dalam kegiatan Bimtek ini, Pembina BMR Ita Permatasari menyampaikan ungkapan terima kasih kepada Balai KSDA Bali. “Kami berterima kasih kepada Balai KSDA Bali yang telah memberikan kesempatan kepada BMR untuk mendapatkan arahan dan pendampingan dalam proses pengajuan rencana kerja sama ini. Bagi kami, ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan pengelolaan BMR dalam upaya penyelamatan dan perlindungan satwa primata. Kami berharap kerja sama ini dapat terjalin serta memberikan manfaat yang nyata bagi satwa dan masyarakat” ungkap Sari.

Sebagai penutup, Ratna Hendratmoko, menyampaikan “Ke depan, implementasi kerja sama harus sesuai dengan ruang lingkup kerja sama yang disepakati. Apa yang kita sepakati harus dapat kita laksanakan bersama secara konsisten dan bertanggung jawab, serta dengan semangat untuk terus menginspirasi kebaikan melalui upaya konservasi yang tulus dan original.”

Melalui kegiatan ini, Balai KSDA Bali dan BMR diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam mendukung penyelamatan dan perlindungan satwa primata sebagai wujud collective action dalam konservasi keanekaragaman hayati.

 

Balai KSDA Bali Sepenuh Hati untuk Konservasi Keanekaragaman Hayati di Bali


Penulis : Detty & Yeyen