SETELAH 47 HARI BERJUANG, DANAU BUYAN BISA BERSIH DARI GULMA
Pancasari, 27 Juli 2026 – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali menyelenggarakan kegiatan syukuran sebagai penutup rangkaian aksi aksi kolaboratif Pemulihan Ekosistem Danau Buyan melalui pengendalian tumbuhan invasif eceng gondok (Eichhornia crassipes) di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Danau Buyan Danau Tamblingan (DBDT), Desa Pancasari, Kabupaten Buleleng. Kegiatan ini diinisiasi oleh Komando Resor Militer (Korem) 163/Wirasatya yang didukung oleh Balai KSDA Bali, Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Buleleng dan juga masyarakat Desa Pancasari. Kegiatan yang berlangsung ini menjadi bentuk apresiasi atas semangat gotong royong seluruh pihak dalam menjaga salah satu kawasan konservasi penting di Bali.
Danau Buyan merupakan bagian dari Taman Wisata Alam Danau Buyan Danau Tamblingan seluas 1.847,38 hektare yang dikelola Balai KSDA Bali melalui Seksi Konservasi Wilayah I. Danau Buyan memiliki luas 475,80 hektare dan Danau Tamblingan memiliki luas 151,31 hektare. Kawasan ini merupakan satu dari lima kawasan konservasi yang dikelola BKSDA Bali dan memiliki peran strategis sebagai penyangga tata air, habitat keanekaragaman hayati, serta penyedia jasa lingkungan bagi masyarakat Bali. Danau Buyan juga merupakan bagian dari konsep Catur Danu yang memiliki nilai penting dalam kehidupan sosial, budaya, dan spiritual masyarakat Bali.
Seluruh proses dilakukan dengan memperhatikan aspek ilmiah, keberlanjutan, serta keterlibatan para pemangku kepentingan dan masyarakat sebagai bagian penting dari keberhasilan program. Berdasarkan hasil identifikasi lapangan, luasan perairan yang terindikasi tertutup eceng gondok mencapai sekitar 8 hektare. Tumbuhan air invasif ini berkembang sangat cepat pada perairan dangkal dan relatif tenang sehingga dapat menutupi permukaan danau, menghambat masuknya cahaya matahari, menurunkan kadar oksigen terlarut, serta mengganggu keseimbangan ekosistem perairan.
Selain eceng gondok, kawasan Danau Buyan juga teridentifikasi ditumbuhi sejumlah tumbuhan invasif lainnya, antara lain kesisat (Alternanthera philoxeroides), kapu-kapu (Salvinia molesta), padang teki (Schoenoplectus californicus), dan padang bagas (Brachiaria mutica). Lima dari enam spesies tersebut bukan merupakan spesies asli Kawasan TWA Danau Buyan-Danau Tamblingan sehingga dapat berpotensi lebih serius apabila tidak ditindaklanjuti.
Melalui kegiatan syukuran ini, tersisip sebuah harapan besar, acara ini bukan sekadar perayaan akhir dari sebuah aksi kolaborasi, melainkan momentum awal untuk menumbuhkan komitmen jangka panjang. Bersihnya danau hari ini adalah warisan berharga untuk generasi esok, sebuah pengingat bahwa menjaga alam adalah bagian dari menjaga kehidupan itu sendiri. Pada giat hari ini dihadiri sekitar 150 peserta, dihadiri langsung oleh Panglima KODAM IX Udayana, DANREM 163/Wirasatya, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Bupati Buleleng, Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali-Nusra, Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, UPT Kementerian Kehutanan, Pemerintah Desa Pancasari, Perwakilan Desa Adat dan pemangku wilayah sekitar, mitra Balai KSDA Bali, Akademisi, Komunitas Sobat Satwa Liar Bali, Asosiasi Kelompok Pelestari Penyu Bali hingga relawan yang selama ini terlibat dalam upaya pembersihan dan normalisasi Danau Buyan.
Pada awal upaya aksi bersih Danau Buyan Danau Tamblingan ini diinisiasi oleh Korem 163 Wirasatya dan didukung oleh Balai KSDA Bali dan BWS Nusa Penida. Kegiatan dibuka secara resmi pada 9 Juni 2026 ditandai dengan apel pembukaan yang dihadiri kurang lebih 350 peserta, apel tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian Danau Buyan sebagai salah satu kawasan konservasi penting di Provinsi Bali.
Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung selama 47 hari dari 9 Juni 2026 s.d 25 Juni 2026 mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan hingga evaluasi, tim gabungan berhasil membersihkan sekitar 8 hektare permukaan Danau Buyan dari eceng gondok dan gulma air yang mengganggu keseimbangan ekosistem. Durasi pengerjaan ini tercapai lebih cepat dari target yang ditentukan (60 hari). Tingginya semangat, antusias dan kolaborasi yang mendukung pelaksanaan kegiatan menjadi kunci suksesnya kegiatan ini bisa tercapai dan berjalan dengan baik.
Pada sesi pembuka kegiatan bertajuk syukuran ini diawali dengan pemutaran dokumentasi dari Tim Media Sosial Balai KSDA Bali yang diambil selama pelaksanaan aksi bersih Danau Buyan sejak 9 Juni 2026 hingga 25 Juli 2026. Dokumentasi tersebut menggambarkan proses pemulihan ekosistem yang berlangsung selama 47 hari. Pada video tersebut menjelaskan mulai dari kondisi awal kawasan yang tertutup, pelaksanaan pembersihan, berbagai tantangan di lapangan, hingga hasil yang berhasil dicapai dan dirasakan langsung oleh masyarakat melalui kerja sama berbagai pihak.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam aksi pemulihan Danau Buyan. Menurutnya, keberhasilan membersihkan kawasan danau merupakan bukti nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui aksi bersama.
"Bali memiliki kekayaan alam yang menjadi kebanggaan Indonesia sekaligus wajah bangsa di mata dunia. Menjaga kebersihan dan keseimbangan ekosistem bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan kewajiban kita bersama. TNI akan terus mendukung setiap upaya pelestarian lingkungan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara," ujar Mayjen TNI Piek Budyakto.
Sementara itu pada 9 Juni 2026 Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida Idewa Agung Hadisaputra juga menyampaikan bahwa aksi pemulihan ekosistem Danau Buyan merupakan wujud nyata kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan sekaligus implementasi semangat gotong royong dalam menyelesaikan persoalan lingkungan.
"Pemulihan Danau Buyan bukan sekadar kegiatan membersihkan eceng gondok, tetapi merupakan gerakan bersama untuk mengembalikan fungsi ekologis danau sebagai sumber kehidupan. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa ketika seluruh unsur pemerintah, TNI, instansi teknis, pemerintah daerah, masyarakat, dan para mitra bersatu, maka tantangan sebesar apa pun dapat dihadapi bersama. Semangat kolaborasi ini harus terus dijaga agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat dan generasi mendatang," ujar Brigjen TNI Ida Idewa Agung Hadisaputra.
Pada kesempatan yang lain, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak dalam menjaga kelestarian Danau Buyan. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian lingkungan hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.
"Danau Buyan merupakan aset penting Kabupaten Buleleng dan Bali. Menjaga kelestariannya berarti menjaga sumber kehidupan, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Semangat gotong royong yang telah terbangun selama kegiatan ini harus terus dipelihara sebagai budaya bersama dalam menjaga alam," ujar I Nyoman Sutjidra.
Danau Buyan sendiri merupakan bagian dari lima danau (Danau Buyan, Danau Tamblingan, Danau Bratan, Danau Batur dan Danau Yeh Malet) yang disucikan dan menjadi pusat sosial, budaya, ekonomi dan spiritual masyarakat sekitar. Kegiatan Aksi Bersih Danau Buyan-Danau Tamblingan ini juga sejalan dengan Visi Pembangunan Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju BALI ERA BARU. Visi tersebut bertujuan mewujudkan keseimbangan dan keharmonisan Alam Bali, Manusia Bali, dan Kebudayaan Bali sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi, yaitu enam sumber utama kesejahteraan/kebahagiaan kehidupan manusia, meliputi: Atma Kerthi – Penyucian dan Pemuliaan Atman/Jiwa,Segara Kerthi – Penyucian dan Pemuliaan Pantai dan Laut,Danu Kerthi – Penyucian dan Pemuliaan Sumber Air,Wana Kerthi – Penyucian dan Pemuliaan Tumbuh-tumbuhan,Jana Kerthi – Penyucian dan Pemuliaan Manusia,Jagat Kerthi – Penyucian dan Pemuliaan alam Semesta. Salah satu wujud nyata dari implementasi ajaran Danu Kerthi yang merupakan upaya untuk menjaga dan menyucikan sumber-sumber air tawar, seperti danau, sungai dan sumber-sumber mata air lainnya, melalui kearifan lokal
Upaya pemulihan ini mendukung implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, khususnya Danu Kerthi, yaitu menjaga kesucian dan kelestarian sumber-sumber air sebagai bagian dari harmoni hubungan manusia dengan alam sesuai nilai-nilai Tri Hita Karana.
Kepala Balai KSDA Bali, Ratna Hendratmoko, menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan ini menunjukkan konservasi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.
“Balai KSDA Bali selaku pengelola Taman Wisata Alam Danau Buyan–Danau Tamblingan menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah memberikan tenaga, pikiran, waktu, serta dukungannya dalam aksi pemulihan ekosistem ini. Keberhasilan yang dicapai hari ini merupakan hasil dari semangat gotong royong dan kepedulian bersama terhadap kelestarian alam. Kedepan, BKSDA Bali berkomitmen untuk terus menjaga, memulihkan, dan meningkatkan kualitas ekosistem Danau Buyan melalui pengelolaan kawasan yang adaptif, pengendalian tumbuhan invasif, pemantauan kondisi ekosistem, serta memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, agar Danau Buyan tetap lestari sebagai penyangga tata air, sumber kehidupan, habitat keanekaragaman hayati, dan warisan alam Bali yang dapat dinikmati oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang," ujar Ratna Hendratmoko.
Kegiatan ini sangat berdampak positif bagi masyarakat, baik dari sisi ekologi maupun ekonomi. Hal ini dasampaikan langsung oleh salah satu masyarakat asli sekitar kawasan Danau Buyan di Desa Pancasari. Pada kesempatan yang sama bapak Wayan Darsana selaku masyarakat menyampaikan ucapan terimakasih dan wujud syukur kepada Bapak Pangdam IX Udayana, Danrem 163/Wirasatya, Kepala Balai KSDA, Kepala Balai Wilayah Sungai Bali-Penida, Kodim 09 Buleleng dan seluruh pihak yang terlibat atas kesuksesan kegiatan pembersihan dan normalisasi Danau Buyan.
“Terimakasih Bapak Pangdam IX Udayana, terimakasih Bapak Danrem dan jajaran, terimakasih Kepala BKSDA dan Jajaran dan pihak lain yang telah membantu dan kolaborasi atas kegiatan pembersihan gulma ini kami mendapatkan manfaat yang luar biasa. Kualitas air disini jadi lebih baik, aktivitas wisata juga meningkat pastinya juga membantu meningkatkan ekonomi kami yang ada di sekitar danau. Keindahan danau jadi lebih terlihat dan pastinya resiko adanya gangguan terhadap kesehatan lebih bisa dicegah dengan kondisi danau yang bersih. Matur Suksma..” ujar Wayan Darsana.
Sebagai bentuk apresiasi atas sinergi dan kontribusi nyata dalam mendukung pemulihan ekosistem Danau Buyan, Balai KSDA Bali mewakili Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Komandan Resor Militer (Danrem) 163/Wira Satya, Komandan Distrik Militer (Dandim) 1609/Buleleng, serta Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas komitmen, dukungan, serta kolaborasi yang telah diwujudkan dalam aksi pemulihan ekosistem Danau Buyan, sekaligus menjadi simbol penguatan sinergi lintas sektor dalam menjaga kawasan konservasi dan sumber daya alam Indonesia.
Kegiatan syukuran ini tidak hanya menjadi penanda berakhirnya aksi bersih Danau Buyan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan kawasan konservasi. Ke depan, pengendalian tumbuhan invasif, pemantauan kualitas lingkungan, serta penguatan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga fungsi ekologis Danau Buyan.
Kegiatan ini merupakan sebuah kolaborasi yang menggambarkan semangat, tentunya sebuah gerakan bersama lahir dari kepedulian, semangat gotong royong, dan komitmen untuk menjaga warisan alam bagi generasi yang akan datang. Kami Balai KSDA Bali berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan upaya konservasi di Provinsi Bali. Karena menjaga alam bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan tanggung jawab kita bersama. Berawal dari kesadaran bersama (Collective Awareness) dan diwujudkan dengan aksi bersama (Collective Actions) mari kita jaga alam dan kelestarian Danau Buyan untuk generasi mendatang.
“BKSDA BALI SEPENUH HATI UNTUK DANAU BUYAN”
DOKUMENTASI
Before (9 Juni 2026)
9 Juni 2026
After (25 Juli 2026)
