Butuh Bantuan? Chat kami

Detail Berita

WAKIL RAKYAT SELURUH INDONESIA MENANAM POHON KEBAIKAN DI TWA DANAU BUYAN DANAU TAMBLINGAN

Pancasari, 30 Juni 2026 – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali bersama Asosiasi DPRD Provinsi Seluruh Indonesia (ADPSI) dan Asosiasi Sekretariat DPRD Provinsi Seluruh Indonesia (ASDEPSI) melaksanakan aksi penanaman pohon di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Danau Buyan–Danau Tamblingan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II ADPSI bersama ASDEPSI yang diselenggarakan di Denpasar pada 28 Juni - 1 Juli 2026. Rakernas mengusung tema "Penguatan Fiskal Daerah untuk Mewujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045", dengan fokus pembahasan meliputi penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, optimalisasi pendapatan daerah, pengelolaan energi dan sumber daya mineral, peningkatan investasi daerah, serta penguatan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan DPRD.

Kegiatan penanaman pohon ini diikuti oleh sekitar 500 peserta, yang terdiri atas perwakilan 35 DPRD provinsi dari seluruh Indonesia, unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat dari Desa Pancasari, Desa Wanagiri, Desa Candikuning, dan Desa Pegayaman, serta anggota Kelompok Tani Candi Mas. Keterlibatan berbagai unsur tersebut mencerminkan komitmen dan sinergi lintas sektor dalam mendukung pelestarian kawasan konservasi, rehabilitasi hutan, serta penguatan peran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Pada kegiatan tersebut dilakukan penanaman sebanyak 491 bibit pohon di kawasan TWA Danau Buyan - Danau Tamblingan. Bibit yang ditanam terdiri atas 21 bibit rasamala (Altingia excelsa), 250 bibit beringin (Ficus benjamina), dan 220 bibit majegau (Dysoxylum densiflorum).

Selain kegiatan penanaman, diserahkan pula 195 bibit pohon buah kepada masyarakat sebagai upaya mendukung penghijauan, rehabilitasi lahan, serta pemberdayaan masyarakat melalui penanaman tanaman produktif. Bibit yang diserahkan terdiri atas 150 bibit alpukat (Persea americana) dan 45 bibit manggis (Garcinia mangostana).

Seluruh bibit yang digunakan dalam kegiatan ini merupakan bantuan dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Unda Anyar.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, ADPSI juga melaksanakan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan sosial dan kelestarian lingkungan.

Ketua DPRD Provinsi Bali, Dewa Made Mahayadnya, menyampaikan bahwa pemilihan kawasan Taman Wisata Alam Danau Buyan–Danau Tamblingan sebagai lokasi kegiatan memiliki makna yang sangat penting karena merupakan salah satu kawasan konservasi yang menjadi penyangga kehidupan masyarakat Bali.


"Danau Buyan memiliki peran strategis sebagai kawasan konservasi dan sumber daya air yang harus kita jaga bersama. Kelestarian hutan dan danau di kawasan Bedugul tidak hanya penting bagi masyarakat di sekitar kawasan, tetapi juga menopang kebutuhan air bagi wilayah Bali Utara hingga Bali Selatan. Karena itu, menjaga Danau Buyan berarti menjaga keberlanjutan kehidupan bagi generasi yang akan datang," ujar Dewa Made Mahayadnya.

Ketua ADPSI, Dr. H. Buky Wibawa, menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Provinsi Bali dan masyarakat Bali yang dinilai berhasil menjaga keharmonisan antara manusia dan alam. Menurutnya, perjalanan menuju kawasan Bedugul semakin memperkuat keyakinannya bahwa Bali merupakan contoh nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.

"Perjalanan menuju Bedugul semakin memperkuat keyakinan kami bahwa Bali memberikan teladan dalam menjaga hubungan antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa, sesama manusia, dan alam. Masyarakat Bali hidup menyatu dengan alam serta menjaga kebersihan dan kelestariannya. Ini merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi daerah lain di Indonesia. Kita harus meyakini bahwa apabila alam rusak, maka kehidupan manusia juga akan terdampak. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan agar Bali tetap asri dan menjadi contoh bagi Indonesia," ujar Dr. H. Buky Wibawa.

Kepala Balai KSDA Bali, Ratna Hendratmoko, menyampaikan bahwa aksi penanaman pohon dalam rangka Rakernas II ADPSI dan ASDEPSI menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa konservasi alam merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

"Tiga minggu lalu kita memulai aksi pembersihan kawasan Danau Buyan, dan hari ini kita melanjutkannya melalui penanaman pohon sebagai wujud komitmen bersama menjaga kelestarian kawasan konservasi. Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi masyarakat Indonesia bahwa wakil rakyat adalah mereka yang berpihak pada kelestarian alam, dan konservasi bukan hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan agenda bersama. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu mewariskan kelestarian alam kepada generasi penerus. Oleh karena itu, Indonesia patut belajar dari masyarakat adat Bali melalui filosofi Tri Hita Karana yang mengajarkan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam," ujar Ratna Hendratmoko.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin terbangun sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga legislatif, masyarakat, dan para pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian kawasan konservasi sebagai penyangga kehidupan, sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

 

SEPENUH HATI UNTUK DANAU BUYAN DAN MASYARAKAT SEKITARNYA