Penguatan Sinergitas Kolaborasi Konservasi Keanekaragaman Hayati Melalui Evaluasi Kerja Sama antara BKSDA Bali dengan YJSI
BOGOR, 23 September 2026 – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali bersama Yayasan Jaringan Satwa Indonesia (YJSI) menyepakati hasil evaluasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) periode 2022–2026. Kesepakatan ini diambil dalam Rapat Evaluasi Kerja Sama Penguatan Fungsi Konservasi Keanekaragaman Hayati Melalui Dukungan Program Pusat Penyelamatan Satwa Liar Jenis Aquatic dan Non Aquatic di Bali di Gedung PIKA, Ditjen KSDAE, Bogor-Jawa Barat.
Kegiatan evaluasi ini dihadiri langsung oleh Kasubdit Kerja Sama Penguatan Fungsi dan Pembangunan Strategis Ditjen KSDAE, Ratih Listyorini, bersama tim. Turut hadir Kepala Balai KSDA Bali, Ratna Hendratmoko, beserta jajaran, Ketua Yayasan Jaringan Satwa Indonesia, Benfika, beserta tim, serta perwakilan dari Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik.
Selama lima tahun masa kerja sama, BKSDA Bali dan YJSI telah merealisasikan empat fokus program utama. Kegiatan tersebut meliputi dukungan pengawetan satwa aquatic dan non-aquatic melalui upaya penyelamatan, rehabilitasi, dan pelepasliaran, serta peningkatan sarana dan prasarana penunjangnya. Selain itu, kolaborasi ini juga menyasar penguatan kelembagaan melalui edukasi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas SDM, hingga pengawasan lalu lintas satwa liar ilegal di pintu masuk pelabuhan menggunakan unit K-9 (anjing pelacak khusus).
Saling Mendukung di Tingkat Tapak
Keberhasilan kolaborasi ini tercermin dari efektivitas pelaksanaan program secara langsung di lapangan. BKSDA Bali dan YJSI secara konsisten membagikan peran strategis, di mana pendampingan teknis, penyediaan fasilitas rehabilitasi, serta edukasi masyarakat dari mitra kerja saling melengkapi fungsi pengawasan dan regulasi pemerintah. Pola kerja bersama ini memastikan setiap aksi penyelamatan satwa liar di Pulau Dewata dapat tereksekusi secara cepat, tepat, dan sesuai dengan standar kesejahteraan satwa (animal welfare).
Kepala BKSDA Bali, Ratna Hendratmoko, menegaskan pentingnya peran mitra dalam menjaga kelestarian satwa liar di Pulau Dewata. "Kerja sama adalah sebuah keniscayaan. BKSDA Bali sangat terbantu dan merasa percaya diri menjalankan tugas di lapangan berkat dukungan knowledge, SDM, sarana prasarana, hingga pendampingan media dari YJSI," ujarnya. Ia juga mengapresiasi bantuan YJSI dalam merespons isu-isu besar, termasuk pendampingan konservasi gajah di lembaga konservasi di Bali.
Senada dengan hal tersebut, Benfika dari YJSI mengungkapkan rasa amannya berkolaborasi bersama BKSDA Bali. "Di Bali, kami merasa diterima dan dilindungi dalam menjalankan tugas konservasi. YJSI tetap berkomitmen penuh mendukung BKSDA Balidalam konservasi keanekaragaman hayati di Provinsi Bali," ungkap Benfika.
Inovasi K-9 dan Penguatan Ke Depan
Salah satu sorotan teknis dalam evaluasi ini adalah pengembangan program anjing pelacak (K-9). Tim YJSI, drh. Deny, menjelaskan bahwa latihan pengetatan di Pelabuhan Gilimanuk telah dilakukan untuk menekan lalu lintas satwa ilegal. Program K-9 ini dirancang melingkupi fungsi detection dan anti-poaching pertama di Indonesia. Ke depan, program ini dapat direalisasikan dalam dukungan pengamanan dan pengawasan peredaran tumbuhan dan satwa liar di Provinsi Bali.
Kasubdit Kerja Sama Penguatan Fungsi dan Pembangunan Strategis, Ratih Listyo Rini, turut memberikan penekanan bahwa kerja sama mitra adalah dukungan keberhasilan konservasi. "Petugas Ditjen KSDAE dituntut serba bisa menangani berbagai taksa satwa, yang pada kenyataanya kami tidak bisa serta-merta mengetahui segala hal dan serba bisa. Dalam konteks inilah dukungan mitra seperti YJSI dibutuhkan melalui kerja sama yang berdampak nyata bagi konservasi di tingkat tapak," tuturnya.
Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, tim evaluasi merekomendasikan perpanjangan PKS antara kedua belah pihak. Ke depan, perpanjangan PKS ini akan memuat pembaruan landasan hukum yang disesuaikan dengan UU Nomor 32 Tahun 2024, dalam rangka penguatan upaya konservasi keanekaragaman hayati untuk menunjang tugas dan fungsi BKSDA Bali di tingkat tapak.
Kerja Sama Konservasi Keanekaragaman Hayati,Sepenuh Hati untuk Provinsi Bali
Penulis: Detty & Fitri
DOKUMENTASI:
