KOLABORASI LINTAS INSTANSI TANGANI KARHUTLA DI BULELENG, WUJUD SINERGI PENGELOLAAN HUTAN DI BALI
Buleleng, 26 Agustus 2026 — Balai KSDA Bali melalui Tim KPHK Bedugul–Sangeh dan Manggala Agni turut serta dalam upaya pengendalian dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan hutan lindung Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut arahan Kepala Balai KSDA Bali, Ratna Hendratmoko, yang mendapat telepon dari Kepala Balai Dalkarhut Jabalnusra, agar meminta dukungan untuk penanganan kebakaran hutan di KPH Bali Utara, pada tanggal 24 Agustus 2026. terkait bantuan personel dalam penanganan kebakaran yang telah berlangsung sejak 24 Agustus 2026. Kebakaran terjadi pada dua titik di kawasan hutan lindung.
Dalam kegiatan pemadaman, Balai KSDA Bali menerjunkan 10 personel yang terdiri dari 2 personel KPHK Bedugul–Sangeh, 1 personel resor KSDA Wilayah Buleleng – Pelabuhan Gilimanuk dan 7 personel Manggala Agni. Upaya penanganan juga melibatkan personel KPH Bali Utara, Balai Dalkarhut Jabalnusra, Polsek Gerokgak, Kecamatan Gerokgak, Pemerintah Desa Penyabangan, serta Masyarakat Peduli Api.
Saat tim tiba di lokasi, kondisi api telah mulai mengecil, namun masih terdapat sejumlah titik yang membara dan berpotensi kembali meluas. Tim gabungan kemudian melakukan pemadaman menggunakan 20 unit jet shooter dan 1 unit pompa air.
Pemadaman dilakukan dengan menyiram titik-titik api dan area yang masih berpotensi terbakar hingga kondisi cukup basah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan api benar-benar padam sekaligus mencegah munculnya kembali titik api serta meminimalisir perluasan kebakaran.
Kondisi lapangan menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Vegetasi di lokasi didominasi tegakan Sonokeling dengan ukuran yang beragam, dengan kerapatan tajuk yang jarang (ringan) sementara kondisi tanah berbatu dan kering, disertai tumpukan serasah serta rumput kering yang mudah terbakar. Selain itu, medan berupa kawasan perbukitan vulkanik turut menyulitkan mobilisasi personel dan peralatan menuju titik-titik api.
Berkat kerja sama seluruh unsur yang terlibat, api berhasil dipadamkan dan titik-titik rawan telah dilakukan penyiraman untuk mencegah terjadinya penyalaan kembali.
Hingga pukul 18.00 WITA, kondisi di lokasi kebakaran secara umum telah terkendali. Api berhasil dipadamkan dan titik-titik yang berpotensi kembali menyala telah dilakukan penanganan. Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, luas areal terdampak kebakaran diperkirakan mencapai kurang lebih 29,25 hektare.
Berdasarkan koordinasi dengan KPH Bali Utara, pascakebakaran akan dilakukan penjagaan dan pemantauan secara berkala untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. Kegiatan tersebut akan dilakukan dengan dukungan unsur terkait, termasuk Polsek Gerokgak, serta menunggu perkembangan informasi dan arahan lebih lanjut dari Satuan Tugas penanganan kebakaran.
Dalam kesempatan tersebut, Gunawan selaku perwakilan KPH Bali Utara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh UPT Kementerian Kehutanan di Bali yang telah hadir dan memberikan dukungan dalam kegiatan pengendalian dan pemadaman kebakaran.
“Terima kasih banyak kepada seluruh UPT Kementerian Kehutanan di Bali yang telah datang, membantu, dan bersinergi dalam kegiatan pemadaman kebakaran ini. Sinergi antar-UPT Kementerian Kehutanan harus mampu kita tunjukkan kepada masyarakat dan membuktikan bahwa kita mampu dan kompak dalam menjaga hutan Bali,” ujar Gunawan.
Kolaborasi dalam penanganan kebakaran ini menjadi wujud sinergi antara UPT Kementerian Kehutanan di Bali dengan UPTD Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali dalam menjaga kawasan hutan. Kerja sama lintas instansi tersebut diharapkan dapat terus diperkuat, tidak hanya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga dalam berbagai upaya perlindungan dan pelestarian hutan di Bali.
"Kolaborasi Sepenuh Hati Untuk Penanganan Karhutla Di Bali"
SEPENUH HATI UNTUK HUTAN BALI.
Penulis : Alfath Ramadhan C
