Butuh Bantuan? Chat kami

Detail Berita

BALAI KSDA BALI TERIMA AUDIENSI FLIGHT: PROTECTING INDONESIA’S BIRDS, PERKUAT KOLABORASI PERLINDUNGAN BURUNG KICAU DI BALI

Denpasar, 27 Agustus 2026 – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Bali menerima kunjungan audiensi dari Yayasan Terbang Indonesia atau FLIGHT: Protecting Indonesia’s Birds. Audiensi ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam upaya penyelamatan dan perlindungan burung kicau di Pulau Bali, sekaligus menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk berbagi pengalaman dan perkembangan upaya konservasi burung di Bali.

Dalam audiensi tersebut, Marison Guciano selaku Direktur Eksekutif FLIGHT dan Fildzah Adinda selaku Communication Officer berbagi cerita mengenai pengalamannya dalam mendukung penyelamatan dan pelestarian burung di Indonesia. Melalui kegiatan sosialisasi kepada masyarakat dan pedagang burung, serta pembuatan berbagai media edukasi seperti stiker dan brosur mengenai burung yang dilindungi oleh Undang-undang. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan burung dan mencegah perdagangan illegal.

Sementara itu, Balai KSDA Bali juga turut menyampaikan berbagai upaya perlindungan satwa liar, khususnya burung, yang tengah dilakukan di Bali. Beberapa di antaranya meliputi: 1) Usulan penetapan Hari Curik Bali Nasional, sebagai momentum meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian Curik Bali (Leucopsar rothschildi) sebagai satwa endemik Bali; 2) Repartriasi Perkici Dada Merah (Trichoglossus forsteni mitchellii) dari Inggris, sebagai upaya mengembalikan satwa ke wilayah asalnya sesuai prinsip konservasi; dan 3) Pembentukan Forum Komunikasi Sobat Satwa Liar Bali, sebagai wadah edukasi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman bahwa satwa liar memiliki peran penting dalam ekosistem dan bukan untuk dipelihara.

Balai KSDA Bali juga memberikan penghargaan kepada Yayasan Terbang Indonesia atau FLIGHT: Protecting Indonesia’s Birds sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kolaborasi yang selama ini diberikan dalam berbagai upaya penyelamatan satwa liar, khususnya dalam membantu penggagalan penyelundupan burung kicau di wilayah Provinsi Bali. “Kami memberikan penghargaan kepada Yayasan Terbang Indonesia atau FLIGHT atas dukungannya dalam upaya pelestarian satwa liar, khususnya dalam membantu penggagalan penyelundupan burung kicau di Provinsi Bali. Beberapa kali BKSDA Bali telah mendapatkan dukungan dari FLIGHT dalam penggagalan penyelundupan di Pelabuhan Padang Bai dan Pelabuhan Gilimanuk. Hingga Agustus 2026, terdapat ±14.000 ekor burung kicau yang telah berhasil diselamatkan,” ujar Ratna Hendratmoko, Kepala Balai KSDA Bali.

Pada kesempatan yang sama, Balai KSDA Bali menerima sertifikat penghargaan dari International Union for Conservation of Nature Species Survival Commission Asian Songbird Trade Specialist Group (IUCN SSC ASTSG). “Sertifikat penghargaan ini diberikan kepada Balai KSDA Bali sebagai pengakuan atas upayanya dalam melestarikan dan menyelamatkan burung kicau dari yang perdagangan illegal satwa liar” ujar Marison Marison Guciano selaku perwakilan anggota dari IUCN SSC ASTSG.

Kepala BKSDA Bali menyampaikan bahwa upaya perlindungan burung tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Penyelamatan satwa dari perdagangan ilegal perlu didukung oleh kolaborasi antara pemerintah, NGO, dan masyarakat. “Apresiasi yang diberikan IUCN SSC ASTSG menjadi penyemangat bagi BKSDA Bali untuk terus memperkuat upaya perlindungan satwa liar. Di sisi lain, penghargaan yang diberikan kepada FLIGHT menjadi bentuk penghormatan atas kontribusi yang telah diberikan secara konsisten mendukung kami sebagai organisasi pemerintah” ujar Ratna Hendratmoko.

Audiensi ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi Balai KSDA Bali dan FLIGHT: Protecting Indonesia’s Birds dalam penyelamatan dan perlindungan burung, serta mendorong edukasi masyarakat dan pencegahan perdagangan ilegal satwa liar terkhusus burung di Provinsi Bali. 


"SEPENUH HATI UNTUK BURUNG KICAU"





Penulis : Yeyen Fami G