KEBAKARAN TERLUAS 2026 DI TWA GUNUNG BATUR BUKIT PAYANG BERHASIL DIKENDALIKAN MELALUI KOLABORASI LINTAS PIHAK
Kintamani, 6 Oktober 2026 — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali bersama Polsek Kintamani, Koramil Kintamani, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bangli, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta masyarakat sekitar kawasan, berhasil memadamkan kebakaran di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Batur Bukit Payang, Kabupaten Bangli, Bali, pada Selasa, 6 Oktober 2026. Kebakaran terjadi di Blok Perlindungan Yeh Mampeh seluas 22,77 hektar.
Informasi kebakaran diterima sekitar pukul 11.26 WITA dari masyarakat Batur Selatan, I Komang Suarta Yoga. Pemadaman kemudian segera dilakukan dengan melibatkan kurang lebih 60 personel dari Balai KSDA Bali, Manggala Agni, Polsek Kintamani, Koramil Kintamani, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bangli, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan masyarakat sekitar kawasan.
Dengan kondisi api yang cepat menjalar, upaya pemadaman dilakukan secara langsung pada beberapa titik sekaligus. Tim menggunakan jet shooter, gepyok, cangkul dan sekop. Pemadaman juga diperkuat dengan satu unit mobil tangki pemadam kebakaran Pemkab Bangli dan satu unit mobil tangki swadaya masyarakat sekitar kawasan.
Kondisi lapangan menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman. Angin yang bertiup kencang membuat api cepat menjalar, sementara rumput dan serasah di lantai hutan dalam kondisi sangat kering sehingga api mudah menyebar mengikuti arah angin dan ketersediaan bahan bakar. Dengan kondisi tersebut, pemadaman tidak cukup dilakukan hanya dengan menyiram api, tetapi juga perlu mengendalikan arah dan laju penjalarannya.
Tim di lapangan kemudian membuat sekat bakar selebar kurang lebih dua meter pada jalur yang dinilai berpotensi menjadi arah penjalaran api. Sekat ini dibuat dengan membersihkan bahan bakar berupa rumput dan serasah hingga membentuk jalur yang dapat memutus api menjalar. Pada area tertentu, tim juga menerapkan metode bakar balik (back burning) secara terkendali untuk mengurangi bahan bakar di depan arah api. Dengan berkurangnya bahan bakar, intensitas api dapat ditekan dan penjalarannya lebih mudah dikendalikan.
Setelah api utama berhasil dikendalikan, tim melanjutkan dengan penyemprotan air dan pendinginan pada sisa-sisa bara serta area yang masih berpotensi menyala kembali. Api berhasil dinyatakan padam sekitar pukul 16.40 WITA dan kegiatan mop up dilanjutkan hingga sekitar pukul 18.00 WITA untuk memastikan tidak terdapat titik api maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Berdasarkan hasil pengukuran, luas kawasan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 22,77 hektare di dalam kawasan TWA Gunung Batur Bukit Payang. Luasan tersebut menjadikan kejadian pada 6 Oktober 2026 sebagai kebakaran terbesar di TWA Gunung Batur Bukit Payang sepanjang periode 2025 hingga saat ini.
Tercatat selama tahun 2026, telah terjadi enam kali kebakaran dengan luas total 9,26 Haktar di tambah dengan kejadian saat ini, total luas kawasan yang terdampak kebakaran menjadi sekitar 32,03 Hektar.
Dalam penanganan kejadian ini, Balai KSDA Bali mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang turut bergerak di lapangan. Personel Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bangli turut memberikan dukungan pemadaman dengan mobil tangki, sementara masyarakat sekitar kawasan juga memberikan dukungan air menggunakan tangki swadaya serta tandon air milik warga Batur yang berada di sekitar lokasi. Dukungan masyarakat tersebut sangat membantu terutama ketika kebutuhan air untuk proses pemadaman dan pendinginan meningkat.
“Mari kita jaga kawasan ini bersama. Waspada terhadap api, sekecil apa pun sumbernya, karena dalam kondisi kering api dapat dengan cepat meluas. Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan dan segera melaporkan apabila melihat asap atau titik api di sekitar kawasan. Kepedulian dan kewaspadaan kita bersama sangat penting untuk mencegah kebakaran dan menjaga kawasan serta satwa yang ada di dalamnya.” ujar Kepala Balai KSDA Bali, Ratna Hendratmoko.
Kepala Balai KSDA Bali juga memberikan arahan agar personel Manggala Agni lingkup BKSDA Bali segera turun membantu pemadaman di lokasi. Dukungan tersebut menjadi bagian dari respons cepat Balai KSDA Bali dalam menghadapi kebakaran yang meluas, sekaligus memperkuat personel yang sejak awal telah bekerja di lapangan hingga api berhasil dipadamkan.
Di tengah upaya pemadaman, tim menemukan seekor anakan burung Punai Gading (Treron vernans) yang berada pada pohon yang mulai terancam terbakar. Untuk mencegah satwa tersebut terpapar api, anakan burung segera dievakuasi dari lokasi dan diamankan di tempat yang lebih terlindung. Setelah kondisi di sekitar lokasi dipastikan aman dan api berhasil dikendalikan, anakan burung tersebut kemudian dilepaskan kembali ke lokasi yang aman, sehingga dapat melanjutkan proses pemulihan secara alami.
Penyelamatan anakan burung tersebut menjadi pengingat bahwa dampak kebakaran hutan tidak hanya menyangkut vegetasi dan luasan kawasan yang terbakar, tetapi juga mengancam satwa liar yang berada di dalam habitatnya. Respons cepat di lapangan menjadi penting untuk meminimalkan dampak kebakaran terhadap ekosistem dan satwa yang masih berada di sekitar lokasi kejadian.
Balai KSDA Bali mengimbau masyarakat, khususnya masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Pengguna jalan juga diingatkan untuk tidak membuang puntung rokok maupun benda lain yang berpotensi menjadi sumber api secara sembarangan, terutama pada kondisi vegetasi dan serasah yang sangat kering.
– SEPENUH HATI UNTUK HUTAN BALI –
Penulis: Neli Agustin
