CEGAH API MELUAS, BALAI KSDA BALI DAN LINTAS PIHAK BERSINERGI TANGANI KEBAKARAN DI TWA GUNUNG BATUR BUKIT PAYANG
Kintamani, 23 September 2026 — Balai KSDA Bali bersama Kepolisian, TNI, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bangli, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta masyarakat setempat bersinergi dalam penanganan kebakaran yang terjadi di Blok Tunggiran, Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Batur Bukit Payang, Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.
Setelah menerima laporan masyarakat mengenai adanya titik api, petugas Balai KSDA Bali segera melakukan penanganan bersama tim gabungan di lokasi. Operasi pemadaman dimulai pada pukul 12.30 WITA dan berlangsung secara intensif hingga seluruh kepala api berhasil dikendalikan serta dipastikan padam pada pukul 16.15 WITA. Dalam proses penanganan tersebut, tim bekerja bersama untuk mengendalikan api dan mencegah penyebaran ke area di sekitarnya. Pemadaman didukung dua unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Bangli serta peralatan pemadaman berupa alat pemukul api (kepyok) dan jet shooter.
Setelah api berhasil dikendalikan, tim melanjutkan proses pendinginan (mop up) pada serasah dan kayu yang masih berpotensi menyimpan bara. Proses pendinginan dilakukan secara menyeluruh pada area yang telah terbakar untuk memastikan tidak terdapat bara atau titik panas yang masih dapat memicu munculnya kembali api. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memastikan api benar-benar padam dan mencegah kemungkinan api kembali menyala maupun menjalar ke area lainnya.
Setelah proses pendinginan selesai, personel melakukan pengecekan kembali terhadap kondisi lokasi untuk memastikan seluruh area telah aman. Pengecekan dilakukan terhadap bagian-bagian yang berpotensi masih menyimpan bara sebelum penanganan dinyatakan selesai. Selanjutnya, seluruh peralatan yang digunakan selama proses pemadaman dan pendinginan diperiksa serta dikemas oleh personel sebelum meninggalkan lokasi.
Kewaspadaan terhadap kebakaran di TWA Gunung Batur Bukit Payang menjadi perhatian penting, terutama pada kondisi musim kemarau. Berdasarkan laporan Balai KSDA Bali, dalam periode Januari sampai dengan hari ini telah tercatat lima kejadian kebakaran di kawasan TWA GBBP, Kejadian tersebut tersebar di Blok Perlindungan Yeh Mampeh, Blok Pemanfaatan Pura Jati, dan Blok Pemanfaatan Seked.
Dalam laporan kejadian kebakaran sebelumnya, sebagian besar titik kejadian tercatat berada di sekitar pinggir jalan yang berdekatan dengan kawasan hutan. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena aktivitas masyarakat di sekitar jalur tersebut berpotensi menjadi salah satu faktor yang memicu munculnya titik api. Terlebih, pada kondisi musim kemarau, lantai hutan yang dipenuhi serasah dan vegetasi bawah yang kering, ditambah dengan hembusan angin, dapat menyebabkan api lebih mudah menyebar dan mempercepat penjalaran ke area di sekitarnya.
Salah satu kejadian yang tercatat pada 18 September 2026 terjadi di sekitar pinggir jalan. Berdasarkan hasil penanganan dan pengamatan di lapangan, titik awal api diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan. Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas sederhana di sekitar kawasan hutan tetap perlu dilakukan dengan penuh kehati-hatian, karena sumber api yang kecil sekalipun dapat berkembang menjadi kebakaran ketika bertemu dengan kondisi vegetasi yang kering dan mudah terbakar.
Oleh karena itu, kewaspadaan masyarakat yang beraktivitas maupun melintas di sekitar kawasan hutan menjadi sangat penting. Masyarakat diharapkan tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak meninggalkan sumber api atau benda yang berpotensi memicu kebakaran, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan adanya asap atau titik api. Peran aktif masyarakat melalui kepedulian dan kewaspadaan sejak dini dapat membantu mencegah kebakaran serta mempercepat penanganan apabila kejadian kembali terjadi.
Kepala Balai KSDA Bali, Ratna Hendratmoko, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama melakukan penanganan hingga kebakaran berhasil dikendalikan. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di sekitar kawasan hutan dan jalur yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi.
“Melihat lokasi kejadian yang berada di sekitar pinggir jalan dan adanya dugaan aktivitas manusia, kami mengimbau masyarakat untuk lebih peduli dan berhati-hati saat beraktivitas di sekitar kawasan hutan. Jangan membuang puntung rokok sembarangan, jangan meninggalkan api atau sumber panas yang dapat memicu kebakaran, serta tidak melakukan pembakaran untuk membuka maupun membersihkan lahan. Jika melihat adanya titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin,” ujar Kepala Balai KSDA Bali, Ratna Hendratmoko.
Kebakaran di kawasan hutan dapat berkembang dengan cepat, terlebih pada kondisi kering dan berangin. Karena itu, kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pencegahan. Kepedulian sederhana dalam menjaga perilaku saat berada di sekitar kawasan hutan, disertai dengan respons cepat ketika menemukan titik api, dapat membantu mencegah kebakaran meluas dan menjaga kawasan konservasi tetap aman. Menjaga hutan bukan hanya tugas petugas, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.
Penanganan kebakaran di Blok Tunggiran menjadi pengingat bahwa perlindungan kawasan konservasi membutuhkan respons cepat dan kerja bersama. Kolaborasi antara Balai KSDA Bali, Kepolisian, TNI, Pemerintah Kabupaten Bangli, Masyarakat Peduli Api, dan masyarakat sekitar menjadi bagian penting dalam menjaga TWA Gunung Batur Bukit Payang dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
– SEPENUH HATI UNTUK HUTAN BALI –
Penulis: Neli Agustin
