Butuh Bantuan? Chat kami

Detail Berita

BKSDA BALI MELALUI BALI SUSTAINABILITY PROJECT II, PERKUAT KOLABORASI KONSERVASI DI BALI BERSAMA YONIF 900/SATYA BAKTI WIROTAMA DAN PERSATIN RANGER

Badung, 14 Maret 2026 – pada pukul 07.00 WITA, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, bersama Yonif 900/Satya Bakti Wirotomo (SBW) dan Persatin Ranger melaksanakan rangkaian kegiatan “Bali Sustainability Project II” yang diinisiasi oleh Persatin Ranger, sekaligus memperingati hari ulang tahun ke-61 Bataliyon Infanteri 900/SBW. Dengan mengusung tema “Penguatan Konservasi Sebagai Pilar Ketahanan Nasional di Era Modern”.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan lancar dan dilaksanakan di halaman Kompi Senapan-A, Yonif 900/SBW, Tuban, Kabupaten Badung. Dengan rangkaian kegiatan antara lain: Seminar Nasional Konservasi dan Ketahanan Nasional, Pembacaan dan Penandatangan Deklarasi Konservasi, Gerakan Penanaman Pohon, Kelas Pembenihan untuk Rehabilitasi Hutan dan Lahan, Food Cycle Workshop, Sharing Session Kolaboratif, Kegiatan Sosial dan Edukatif (Aksi Donor Darah, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Animal Expo, Bazar UMKM dan Edukasi Konservasi).

Peserta yang hadir dalam kegiatan ini sebanyak ±280 orang yang berasal dari 36 instansi/Lembaga, antara lain: Balai KSDA Bali, Yonif 900/SBW, Persatin Ranger, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS) Bali, Pemerintahan Provinsi Bali, Kodam IX / Udayana, Pemerintahan Kabupaten Badung, Satpol PP Provinsi Bali, Palang Merah Indonesia Provinsi Bali, DLHK Kabupaten Badung, Bali Tourism Dog, Taman Safari Indonesia, Bali Zoo, Bali Bird Park, Bali Reptile Park, Tasta Zoo, Mason Elephant Park, Bakas Zoo, Yayasan Greenlion, Yayasan Reptil Asih Tabanan, Yayasan Sintesia Animalia Indonesia, Komunitas Trash Warrior, Social Project Bali, PT. Enviro Mas Sejahtera, PT. Sensatia Botanicals, Rumah Sakit Murni Teguh Bali, IBIS Hotel Kuta, Yamaha-Kintamani Putra Perkasa Motor, Bersih-bersih Bali, Mapala Dama Satya Instiki, Pramuka Kwaran Kuta, Kader Muda PMI Bali, Kader Konservasi BKSDA Bali, SMPN 1 Kuta, SLB Negeri 3 Denpasar, dan SLB Negeri 2 Denpasar.

Dalam laporan pelaksanaan kegiatan Bali Sustainability Project II, Wanda Syahputra dari Persatin Ranger, selaku Ketua Pelaksana menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam terselenggaranya kegiatan ini. “Kegiatan Bali Sustainability Project II merupakan kegiatan kolaboratif lintas sektor yang bertujuan memperkuat gerakan konservasi lingkungan serta meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa ketahanan lingkungan merupakan bagian dari ketahanan nasional. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Yonif 900/SBW, Balai KSDA Bali, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik ujar Wanda.

Pada kegiatan tersebut, Kepala Balai KSDA Bali, Ratna Hendratmoko, menyampaikan sambutannya. Beliau mengatakan bahwa, “Dalam kesempatan ini Balai KSDA Bali memohon dukungan semua pihak untuk tetap mendukung kelestarian alam dan menjadikan konservasi menjadi suatu hal yang penting bagi ketahanan nasional dengan strategi konservasi menjadi agenda bersama, menjadi kemanfaatan yang bisa dinikmati bersama dan menjadikan konservasi suatu kebanggaan”. Lebih lanjut, Kepala Balai KSDA Bali juga menambahkan bahwa, “Generasi muda harus didorong menjadi agen perubahan, dan Indonesia sebagai bangsa yang besar perlu menyiapkan regenarasi kader konservasi alam selanjutnya sebagai agent of change”.

Kolonel Inf. I Putu Tangkas Wiratawan S.I.P, mewakili pangdam IX/Udayana, Dandim 1611/Badung, dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan Bali Sustainability Project II menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap ekologi. “TNI siap menguatkan dan berperan aktif dalam konservasi demi ketahanan ekologi sebagai bagian dari ketahanan nasional”, ujar Tangkas.

Setelah rangkaian pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan “Seminar Nasional Konservasi dan Ketahanan Nasional” yang menghadirkan 5 (lima) narasumber dari berbagai latar belakang instansi yang memiliki perhatian terhadap isu lingkungan dan konservasi. Adapun narasumber dan sub tema yang disampaikan yaitu:

  1. Ratna Hendratmoko (Kepala Balai KSDA Bali) – Strategi Perlindungan Keanekaragaman Hayati sebagai Fondasi Ketahanan Ekologi Nasional;
  2. Letkol Inf. Ari Murwanto (Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 900/SBW) – Peran TNI dalam Mendukung Ketahanan Nasional melalui Aksi Konservasi dan Pengamanan Lingkungan;
  3. Henny Paula Sitohang (CRO Persatin Ranger) – Gerakan Konservasi Berbasis Relawan sebagai Kekuatan Sosial dalam Membangun Ketahanan Bangsa;
  4. Gus Norma Sasono (Pimpinan Bersih-bersih Bali) – Penguatan Partisipasi Publik dalam Pengelolaan Sampah untuk Mendukung Ketahanan Lingkungan Daerah;
  5. Anak Agung Ngurah Panji Astika (Direktur PT. Enviro Mas Sejahtera) – Inovasi Teknologi Pengolahan Limbah sebagai Pilar Ekonomi Hijau dan Ketahanan Nasional.

Seminar ini bertujuan memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya konservasi sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan nasional, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan di era modern. Melalui forum ini, para narasumber memaparkan pandangan, pengalaman, serta strategi dalam mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menjaga kelestarian sumber daya alam.

Dalam seminar tersebut, Ratna Hendratmoko menyampaikan bahwa terdapat dua hal mendasar yang perlu dipahami sebelum membahas lebih jauh mengenai konservasi “Pertama, kita perlu memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan konservasi, yaitu upaya perlindungan, pengawetan, dan pemanfaatan sumber daya alam hayati beserta ekosistemnya secara bijaksana agar tetap lestari dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Kedua, kita juga perlu memahami apa yang dimaksud dengan keanekaragaman hayati, yaitu keseluruhan variasi makhluk hidup yang mencakup keanekaragaman pada tingkat gen, spesies, dan ekosistem yang menjadi kekayaan alam Indonesia,” ujar Ratna.

Ratna juga menegaskan bahwa konservasi tidak selalu identik dengan larangan. Konservasi dapat diwujudkan melalui berbagai pola pemanfaatan yang bijaksana dan berkelanjutan sehingga tetap memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian alam. Beliau juga mengajak seluruh pihak untuk menjadikan konservasi sebagai bagian dari gaya hidup. “Konservasi bisa dijadikan gaya hidup. Mulai dari kita, mulai dari hal kecil, mulai dari sekarang,” tambahnya.

Pada akhir penyampaian materi dari Letkol Inf. Ari Murwanto selaku Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 900/SBW) juga menyampaikan satu pesan penting kepada seluruh peserta. Beliau mengingatkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan oleh setiap individu. “Apabila ingin merubah sesuatu, mulailah dari merubah dirimu sendiri. Karena perubahan kecil dari diri kita dapat menjadi langkah besar untuk menjaga dan melestarikan alam”.

Selain itu, Anak Agung Ngurah Panji Astika selaku Direktur PT. Enviro Mas Sejahtera turut menyampaikan materi mengenai inovasi pengelolaan sampah melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan. Dalam paparannya, beliau memperkenalkan Teknologi SOMYA, sebuah inovasi karya putra daerah Bali yang dikembangkan untuk mengubah sampah menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna. “Tekonologi SOMYA memiliki 3 (tiga) keunggulan yaitu dapat mengolah sampah organik menjadi kompos dalam waktu 8 jam, memakai bakteri thermofilik dan memakai sistem pengolah tertutup sehingga tidak menimbulkan bau. Kedepannya sampah bukan masalah, tetapi dapat menjadi peluang apabila dikelola dengan teknologi dan sistem pengelolaan yang tepat”.

Bali Sustainability Project II diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung upaya pelestarian alam di Bali. Melalui sinergi antara BKSDA Bali, Yonif 900/SBW, Persatin Ranger, serta dukungan berbagai komunitas, akademisi, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif (collective awareness) bahwa menjaga kelestarian alam dan keanekaragaman hayati merupakan tanggung jawab bersama, yang kemudian mendorong lahirnya aksi bersama (collective action) dalam menjaga dan melestarikan alam secara berkelanjutan.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Ratna Hendratmoko menyampaikan apresiasi kepada Tentara Nasional Indonesia yang selama ini turut hadir dan berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional. “Selamat ulang tahun ke-61 Batalyon Infanteri 900/SBW, jaya selalu dan tetap tangguh menjaga Negeri”.


-SEPENUH HATI UNTUK BALI-