Butuh Bantuan? Chat kami

Detail Berita

RESPONS LAPORAN MASYARAKAT, BALAI KSDA BALI EVAKUASI ELANG BONDOL

Denpasar, 31 Maret 2026 – Sebagai respons atas laporan masyarakat, Balai KSDA Bali melalui Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) melakukan evakuasi satu ekor Elang Bondol (Haliastur indus) dari rumah warga bernama I Wayan Suwartana yang berasal dari Banjar Mambal Kajanan, Desa Mambal, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung pada hari Selasa (31/3). Satwa dilindungi tersebut kemudian diamankan, untuk selanjutnya menjalani rehabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tabanan sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.

Elang Bondol merupakan salah satu jenis burung pemangsa dari famili Accipitridae yang termasuk satwa dilindungi berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024, serta Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 106 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi. Keberadaan Elang Bondol di alam saat ini menghadapi berbagai ancaman seperti perburuan liar, perdagangan satwa ilegal, serta alih fungsi habitat, sehingga upaya penyelamatan, rehabilitasi, dan pelepasliaran menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian satwa tersebut di habitat alaminya.

Dalam pelaksanaan evakuasi satwa dimaksud, Tim WRU Balai KSDA Bali melakukan penanganan satwa dengan memperhatikan prinsip kesejahteraan satwa (animal welfare), sehingga proses evakuasi dan pemindahan dilakukan secara hati-hati untuk meminimalkan stres dan menghindari cedera pada satwa. Setelah berhasil dievakuasi, Elang Bondol tersebut kemudian diamankan dan selanjutnya dibawa ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tabanan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan, observasi, serta proses rehabilitasi sebelum dapat dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.

Proses rehabilitasi tersebut dilakukan untuk memulihkan kondisi kesehatan, kemampuan terbang, serta perilaku liar satwa agar dapat beradaptasi kembali di habitat alaminya. Setelah melalui tahapan observasi, perawatan, dan rehabilitasi serta dinyatakan layak untuk dilepasliarkan, Elang Bondol tersebut direncanakan akan dilepasliarkan pada habitat yang sesuai dengan sebaran alaminya dengan mempertimbangkan daya dukung lingkungan dan keberlangsungan hidup satwa di alam.

Kepala Balai KSDA Bali, Ratna Hendratmoko, menyampaikan apresiasi kepada pelapor dan masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya penyelamatan satwa liar. “Kami mengapresiasi peran serta masyarakat yang telah melaporkan keberadaan satwa dilindungi kepada Balai KSDA Bali. Partisipasi masyarakat sangat penting dalam mendukung upaya konservasi satwa liar. Kami berharap masyarakat dapat terus berperan aktif dengan melaporkan apabila menemukan satwa liar dilindungi di lingkungan sekitar, sehingga dapat segera ditangani oleh petugas dan satwa dapat diselamatkan serta dikembalikan ke habitat alaminya,” ujarnya.

Balai KSDA Bali berharap peran serta masyarakat dalam pelaporan keberadaan satwa liar dilindungi di lingkungan sekitar dapat terus meningkat sebagai bentuk kepedulian bersama dalam menjaga kelestarian sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Masyarakat juga diimbau untuk tidak memelihara, memperjualbelikan, maupun menangkap satwa liar dilindungi, serta segera melaporkan kepada Balai KSDA Bali apabila menemukan satwa liar yang dilindungi atau membutuhkan penanganan. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat tersebut, diharapkan dapat terus terjalin dalam upaya perlindungan satwa liar dan pelestarian keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.

“Balai KSDA Bali hadir sepenuh hati untuk kelestarian satwa liar.”